font-family: 'Just Me Again Down Here', cursive;

Laporan Praktikum Mamalia


LAPORAN  PRAKTIKUM ZOOLOGI VERTEBRATA
MAMALIA


Di Susun Oleh :

Nama                    : Muhammad Aqsha
Nim                      : 60300110031
Kelompok             :  I  ( satu )
Jurusan                 : Biologi  (B1)

LABORATORIUM  BIOLOGI
FAKULTAS  SAINS DAN  TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEREGI ALAUDDIN
MAKASSAR  2O11


BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Mamalia adalah vertebrata yang tubuhnya tertutup rambut. Yang betina mempunyai kelenjar mamae (air susu) yang tumbuh baik. Anggota gerak depan pada mamalia dapat bermodifikasi untuk berlari, menggali lubang, berenang, dan terbang. Pada jari-jarinya terdapat kuku, cakar, atau tracak. Pada kulit terdapat banyak kelenjar minyak dan kelenjar keringat.[1]
Sebagian besar mamalia melahirkan keturunannya, tapi ada beberapa mamalia yang tergolong ke dalam monotremata yang bertelur. Kelahiran juga terjadi pada banyak spesies non-mamalia, seperti pada ikan guppy dan hiu martil; karenanya melahirkan bukan dianggap sebagai ciri khusus mamalia. Demikian juga dengan sifat endotermik yang juga dimiliki oleh burung.[2]
Adapun yang melatarbelakangi dilakukannya praktikum ini agar pemahaman kiat tentang mamalia tidak hanya sebatas pada lingkungan sehari-hari, tapi lebih memahami tentang struktur tubuh, habitat dan keguanaanya dalam ekosistem.

B.     Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah mengamati struktur morfologi dan anatomi hewan yang termasuk mamalia.


[1]Mukayat  Djarubito Brotowidjoyo. Zoologi Dasar. (Jakarta: Erlangga). h. 233.
[2]Binatang Menyusui, http://id.wikipedia.org/wiki/Binatang_menyusui ,(Diakses Pada Tanggal 14 Januari 2012).


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Mamalia diduga berasal dari reptil Sinodon yang giginya berdiferensiasi. Mamalia pada zaman itu kecil tetapi kemudian terbentuk mamalia yang besar-besar Marsupialia dan insektivora muncul dalam zaman Kretaseus. Mamalia berplasenta diduga berasal dari mamalia insektivora. Mamalia yang telah punah adalah dari ordo Taeniodonta, Creodonta, Condylartha, dan Amblypoda, ketika zaman Paleosen dan Pleistosen. Alasan mengapa mamalia diduga tidak berasal dari reptilian adalah sebagai berikut: a) mempunyai 2 kondil oksipetal, bukan satu. b) rahang bawah dengan satu ramus bukan beberapa. c) gigi hanya  2 golongan (gigi susu dan gigi permanen), tidak satu golongan dan berganti-ganti. e) proses menulangnya vertebrae dan tulang panjang berasal dari tiga buah pusat, jadi tidak seperti pada reptilian menulangnya vertebrae dan tulang panjang berasal dari satu pusat proses penulangan. Sudah cukup banyak ditemukan fosil-fosil yang menunjuk kepada karnivora, ikan paus, gajah, kuda dan unta.[1]
Mamalia merupakan kelompok tertinggi derajatnya dalam dunia hewan . termasuk dalam kelas ini adalah : tikus, kelelawar, kucing kera, ikan paus, kuda, kijang, manusia dan lain-lain. Hamper semua tubuhnya tertutup dengan kulit yang berambut banyak atau sedikit dan berdarah panas (homoiotherm). Sebutan mamalia berdasarkan adanya kelenjar mamae pada hewan betina untuk menyusui anaknya yang masih muda. Pengasuhan terhadap anaknya berkembang dengan baik sekali dan puncaknya terdapat pada manusia. Mamalia hidup diberbagai habitat mulai dari kutub hingga ekuator, dari dasar laut sampai hutan lebat dan gurun pasir. Banyak yang hidup secara nocturnal dan banyak juga hidup secara diurnal. Spesies tertentu sebagai hewan buas yang diburu, spesies lainnya jinak. Beberapa pemakan daging dan buah-buahan, dan beberapa sebagai sumber penyakit. Hewan ternak mamalia adalah penting sekali bagi manusia sebagai bahan makanan, bahan pakaian, dan alat transportasi.[2]
Adapun ciri-ciri khusus dari kelas mamalia adalah tubuhnya biasanya diliputi bulu atau rambut yang lepas secara periodic, kulitnya banyak mengandung kelenjar, yaitu kelenjar sebacius, keringat, bau dan susu. Cranium atau tempurung kepala memiliki occipitale condyle, tulang lehernya biasanya terdiri atas 7 ruas, ekor biasanya panjang dan dapat digerak-gerakkan. Memiliki empat anggota atau kaki (kecuali anjing laut dan singa laut tidak memiliki kaki belakang, masing-masing kaki memiliki kurang lebih 5 jari yang bermacam-macam yang disesuaikan dengan keperluan berjalan, lari, memanjat, membuat lubang, berenang atau meloncat, jari-jari berkait tanduk atau berkuku atau berteracak dengan bantalan-bantalan daging. Jantung sempurna terbagi atas empat ruangan (dua auricular, dua ventricular), pernapasannya hanya dengan paru-paru. Laring mempunyai tali suara, memiliki vesica urinaria dan hasil ekskresi berupa cairan urine.[3]  
Pembagian kelas mamalia terbagi atas beberapa ordo. Ordo Monotremata. Contohnya: Ornithorhynchus, platypus, mempunyai tulang korakoid dan prekorakoid, tidak mempunyai pinna. Giginya hanya pada hewan muda, mempunyai kloaka. Penis hanya untuk jalan sperma, oviduk bermuara di kloaka. Tidak mempunyai uterus dan vagina. Ordo insectivore, mata tertutup, telapak kaki muka lebar dengan cakar-cakar besar, makanannya insekta, cacing dan tunas biji-bijian, contoh: Scolapus. Ordo Dermoptera, monyet terbang, keempat kaki dan ekornya bersama – sama membentuk pagium (parasut berbulu), contohnya, Gakopithecus sp. Ordo Chiroptera, mamalia terbang dengan kaki depan yang panjang, sayap berupa membrane interdigital dan mencakup jari-jari kaki depan dan kaki belakang, kadang-kadang juga ekor. Jari-jari pertama dan kedua dari kaki depan, terutama pada kelelawar, pemakan buah-buahan , bercakar. Kaki belakang lebih kecil, gigi tajam, nokturnal, pandai terbang. Contoh, kalong jawa (Pteropus edulis). Ordo Primata, lemur, monyet, kera, manusia. Tangan dan kaki besar dengan 5 jari yang berkuku untuk memanjat. Contoh Lemur sp. (terdapat di Afrika dan Asia Tenggara, hidup di pohon, nocturnal, makan tumbuhan dan hewan kecil). Ordo Edentata Kukang (Bradypus sp), berbulu panjang, arah bulu berlawanan dengan arah bulu pada mamalia lainnya. Gigi tidak dilapisi dengan email. Makan daun dan buah.[4]








[1]Mukayat  Djarubito Brotowidjoyo. Zoologi Dasar. (Jakarta: Erlangga). h. 233

[2]Maskoeri  Jasin. Zoologi Vertebrata. (Sinar Wijaya:Surabaya).h. 137.
[3]Campbell.Neil  A. Biologi edisi kelima jilid 2. (Jakarta: Erlangga). h, 268.
[4]Mukayat  Djarubito Brotowidjoyo, op. cit.


BAB III
METODE PRAKTIKUM

A.   Alat dan Bahan
1.    Alat
            Adapun alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah pisau,
2.    Bahan
           Adapun bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah kambing   (Capra aegagrus).
B.  Waktu dan Tempat
Adapun waktu dan tempat dilaksanakannya praktikum ini adalah sebagai  berikut  :
Hari/tanggal         :  Senin 2 Januari 2012
Waktu                  : Pukul 09.00 – 13.00 WITA
Tempat                 :  Laboratorium Zoologi lantai II
                                       Fakultas Sains dan Teknologi
                                       Universitas Islam Negeri  Alauddin Makassar       
                            Samata-Gowa



C.  Prosedur Kerja
1.    Mengamati bagian-bagian morfologi pada kambing
2.    Menggambar bagian-bagian morfologi
3.    Memotong kambing, dengan menggunakan pisau yang tajam,
4.    Menguliti dengan hati-hati, pisahkan kulit, kemudian bagian-bagian anatominya
5.    Mengamati bagian-bagian anatominya,
6.    Menggambar bagian-bagian anatominya
7.    Memisahkan masing –masing bagian anotominya sesuai dengan sistem-sistemnya.














BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A.  Hasil Pengamatan
1.    Morfologi
Kambing (Capra aegagrus)
                                                                          








  Keterangan gambar :
1.      Mulut (Cavum oris)            6. Leher
2.      Hidung  (Nares)                 7. Punggung (Columna vertebralis)
3.      Mata  (Visus)                      8. Ekor (Caudal)
4.      Tanduk                               9. Anus
5.      Telinga (Pinnae)                 10. Paha (Femur)
11. Betis (Cruz)
12. Perut (Abdomen)
13. Susu (mamae)
14. Tapak
2.    Anatomi
Kambing (Capra agraera)
  

  Keterangan gambar :
1.      Trakea                               7. Abomasum
2.      Esophagus                         8. Hati (Hepar)
3.      Jantung (Cor)                    9. Empedu (Vesica felea)         
4.      Paru – paru (Pulmo)        10. Lambung (Ventrikulus)        
5.      Retikulum                       11. Usus besar (Intestinum crassum)
6.      Omasum                          12. Usus halus (Intestinum tenue)
13. Rektum
14. Anus
15. Pankreas
16. Rumen
a.    Sistem Sirkulasi
                                                                                            Keterangan gambar :
1.    Aorta
2.    Arteri
3.    Atrium kanan
4.    Ventrikel kanan
5.    Ventrikel kiri
6.    Atrium kiri

b.    Sistem  Pernapasan
                                                                                            Keterangan gambar :
1.    Trancheolus
2.    Branchiolus
3.    Pulmo


c.    Sistem Pencernaan
                                                                                            Keterangan gambar :
1.    Cavum oris
2.    Faring
3.    Esofagus
4.    Retikulum
5.    Omasum
6.    Abomasum
7.    Ventrikulus
8.    Intestinum crassum
9.    Intesinum tenue
10.  Rectum
11.  Anus
12.  Vesica felea
13.  Rumen
d.      Sistem Reproduksi
                                                                                            Keterangan gambar :
1.    Oviduk
2.    Uterus
3.    Bladder
4.    Urogenital sinus
5.    kloaka
B.  Pembahasan
a.    Morfologi
Dalam mempelajari ciri-ciri morfologi kambing, kambing memiliki hidung, mata dan tanduk yang silindris, 2 buah bola mata, dan 2 buah tanduk, gigi terletak pada kedua rahang dan berdeferensiasi sesuai dengan makanannya. memiliki tulang tempurung kepala, leher yang terdiri atas 7 ruas, punggung, dan ekor yang panjang dan dapat digerak-gerakkan, memiliki empat anggota kaki dengan telapak, dan pada betina nampak puitng susu.[1]
b.      Anatomi
Pada bagian anatomi, kambing terdapat trakea dan laring yang didalamnya terdapat pita suara, esophagus, dan jantung yang sempurna terbagi atas empat ruangan,kemudian terdapat paru-paru sebagai alat pernapasan, memiliki otot diafragma yang sempurna memisahkan paru-paru dan jantung dengan rongga abdominalis. Kemudian perut yang terbagi atas beberapa bagian, yaitu retikulum, rumen, omasum dan abomasum,kemudian terdapat hati, dan terdapat pankreas, kemudian terdapat lambung , kemudian terdapat intestinum tenue yang dapat dibedakan atas duodenum, jejunum, ileum, intestinum crassum kemudian anus.[2]      


c.       Sistem Reproduksi
Pada hewan jantan terdapat testis yang terletak dalam scrotum yang merupakan perluasan kulit ganda dari rongga abdomen di sebelah bawah atau muka anus. Hewan betina memiliki dua ovari yang terletak dibelakang ginjal. Sebelah lateral dari masing-masing ovarium terdapat pembuluh ostium yang selanjutnya berhubungan dengan saluran silindris oviduk (tuba falopii). Kedua oviduk itu membentuk saluran yang berdinding tebal yang disebut uterus. Di sebelah ventral dari muara urogenitalis terdapat badan kecil yang disebut clitoris yang homolog dengan penis pada hewan jantan.[3]
d.      Sistem Skeleton
           Skeleton sebagian besar terdiri atas tulang keras dan tulang rawan pada permukaan sambungan –sambungan dan pada bagian tertentu. Di samping tulang rawan terdapat tulang membran. Tulang tempurung kepala keras dan merupakan suatu kotak. Pada permukaan sebelah posterior terdapat lubang foramen  yang dilalui oleh medulla spinalis yang berhubungan  dengan ota. Columna vertebralis tersusun sedemikian rupa sehingga lentur, sebagai pendukung tubuh dan pelindung medulla spinalis (nerve cord).[4]


e.       Sistem Pencernaan
              Pencernaan dimulai dari mulut kemudian rumput atau dedaunan dikunyah sekedarnya dengan dicampur air ludah masuk ke esophagus, terus di simpan dalam rumen. Kemudian ketika kambing istirahat bahan rumput itu dikeluarkan dari rumen sedikit demi sedikit untuk dikunyah lagi. Setelah halus bahan rumput itu ditelan kembali masuk ke dalam reticulum. Perjalanan selanjutnya ke omasum terus ke abomasums dan akhirnya masuk ke intestinum  dan berakhir di anus.[5] 
f.       Sistem Respirasi
      Udara masuk ke hidung (nares) terus melalui mulut, selanjutnya melalui faring dan laring, kemudian masuk ke trakea terus bercabang menjadi bronchi yang berada dalam cavum throracalis. Tiap bronchi bercabang lagi dalam pulmo menjadi bronchioli dan berakhir dengan alveolus. Gelembung alveolus ini diliputi oleh pembuluh kapiler dan padanya terjadi pertukaran zat O2 –CO2 sebagai respirasi luar.[6]
g.      Sistem Sirkulasi
Sistem sirkulasi, terdiri atas jantung terbungkus oleh kantung pericardium yang terdiri atas dua lembaranyakni lamina penistalis sebelah luar dan lamina viceralis yang menempel pada dinding jantung sendiri. Di antara kedua lembar terbentuk cavum pericardi. Jantung terbagi atas empat ruang yakni atrium snistrum dan dextrum, ventriculum dextrum dan sinistrum. Peredaran darah dari jantung ke paru-paru adalah sama, dari ventriculum sinistrum ke tubuh adalah berbeda, karena pada mamalia melalui sinistrum ke tubuh adalah berbeda. System vena terdiri atas sepasang vena jugularis dari daerah kepala, leher.[7]
h.      Sistem Ekskresi
Terdapat dua buah ren terletak di daerah lumbalis. Cairan urin akan keluar darimasing-masing ren ke bawah melalui ureter ditampung sementara dalam vesica urinaria yang terletak di media ventralis dari rectum. Secara periodic musculus dinding vesica urinaria berkotraksi sehingga urin akan keluar melalui uretra.  Pada hewan betina berakhir pada aperture urogenitalis, tapi pada hewan jantan uretra berada pada penis merupakan jalan umum untuk urin dan cairan sperma. Proses pembersihan darah dalam ren adalah proses filtrasi dan reabsorbsi selektif.[8]
i.        Klasifikasi
Adapun klasifikasi dari Kambing (Capra agraera)  adalah sebagai berikut :
 Kingdom        :           Animalia
 Filum              :           Chordata
 Ordo               :           Artodactyla
            Famili              :           Caprinae
            Class                :           Mamalia
 Genus             :           Capra
 Spesies            :           Capra agraera.[9]

















BAB V
KESIMPULAN

A.   Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa tubuh kambing terdiri dari berbagai organ tubuh dan bekerja sama dalam membentuk sistem organ, struktur morfologinya terdiri dari kepala, leher, mata (visus), hidung (nares), telinga (pinnae), punggung, ekor (caudal), paha (femur), betis (cruz), perut dan anus. Sistem pencernaan terdiri dari, mulut, kerongkongan, esophagus, rumen, reticulum, omasum, abomasums,  lambung, usus halus, usus besar, dan berakhir pada anus. Sistem sirkulasi terdiri dari jantung, bilik, serambi kanan, dan serambi kiri. Sistem pernapasan terdiri dari faring dan laring, serta paru-paru. Sistem reproduksi Pada hewan jantan terdapat testis yang terletak di sebelah bawah atau muka anus. Hewan betina memiliki dua ovari yang terletak dibelakang ginjal. Sebelah lateral dari masing-masing ovarium terdapat pembuluh ostium yang selanjutnya berhubungan dengan saluran silindris oviduk (tuba falopii). Kedua oviduk itu membentuk saluran yang berdinding tebal yang disebut uterus. Di sebelah ventral dari muara urogenitalis terdapat badan kecil yang disebut clitoris yang homolog dengan penis pada hewan jantan.  



B.       Saran
Setelah selesai melakukan praktikum, saran yang diajukan adalah agar praktikan lebih memahami teori sebelum melakukan praktikum. Agar mempermudah pengamatan anatomi dan morfologi pada kambing.


















DAFTAR PUSTAKA

Anonim.mamalia. http:// Wikipedia.org. ( Tanggal 14 Januari 2012 ).

Anonim. Hewanmenyusui. http file://kelasamamalia.html.( Tanggal 14 Januari 2012 )

Campbell.Neil  A. Biologi edisi kelima jilid 2. Jakarta: Erlangga.1999.
Jasin, Maskoeri. Zoologi Vertebrata. Jakarta: Sinar Wijaya. 1992.
Kimball, J,W. Biologi edisi kelima jilid 3. Jakarta: Erlangga. 1999.
Mukayat, Djarubito. Zoologi Dasar.  Jakarta: Erlangga. 1989.
Tim Dosen. Penuntun Praktikum Taksonomi Vertebrata. Makassar : Universitas Islam Negeri. 2011.



[1]Maskoeri  Jasin. Zoologi Vertebrata. (Sinar Wijaya:Surabaya).h. 138.
[2]Mamalia, http://id.wikipedia.org/wiki/Binatang_menyusui ,(Diakses Pada Tanggal 14 Januari 2012).
[3]Maskoeri  Jasin. op. cit
[4]Kimball, J,W. Biologi edisi kelima jilid 3. Jakarta: Erlangga.h. 134.

[5]Maskoeri  Jasin. op. cit.
[6]Mukayat  Djarubito Brotowidjoyo . op. cit.
[7]Campbell.Neil  A. Biologi edisi kelima jilid 2. Jakarta: Erlangga .h. 243.
[8]Maskoeri  Jasin. op. cit.  
[9]Mamalia, http://id.wikipedia.org/wiki/Binatang_menyusui ,(Diakses Pada Tanggal 14 Januari 2012).




0 komentar:

Poskan Komentar

Copyright © / Felix Catus

Template by : Urangkurai / powered by :blogger